SELAMAT DATANG

.:Welcome::Ahlan Wa Sahlan::HOŞGELDİNİZ::환영합니다::Selamat Datang:.
.:( Assalamu'alaikum wr.wb... Salam sejahtera buat kita semua... ):.

Sabtu, 22 Maret 2014

Curahan Hati untuk kedua saudaraku

catatan ini spesial ku peruntukkan abangku bang iyan dan kakakku Dewi SuKma SaRi....
utet merindukan saat kita bersama-sama, menghabiskan waktu bersama bercanda bersama, dan kumpul bersama.utet tau saat ini kita dipisahkan oleh jarak dan waktu.
iik di Papua dengan WIT-nya
bang iyan di Makasar dengan WITA-nya
dan utet sendiri di Aceh dengan WIB-nya.:)

Dan...gak tau kenapa, baru kali ini utet benar-benar merasa merindukan kalian berdua, padahal utet tau kita masih bisa saling mengasi kabar, walau untuk saat ini kak dewi gak bisa dihubungi karena keterbatasan sinyal di tempat pedalaman di papua sana.
Utet sadar, ii melakukan ini semua untuk perbaikan kehidupan kita bersama dimasa yang akan datang, kak dewi berjuang sebagai dokter ptt di daerah yang sangat terpencil merupakan perjuangan yang berat. Dan bang iyan mempertanggung jawabkan amanahnya sebagai koordinator wilayah I sumatra di ISKMI-nya.

Rasanya utet masih ingat momen dimana utet belum bisa tidur di tengah malam, tapi dengan melihat lelapnya kalian berdua tidur disamping utet membuat utet merasa aman dan nyaman karena menyadari utet gak pernah sendirian menghadapi setiap episode kehidupan utet. Tapi kali ini utet rindu melihat kalian berdua secara langsung, bukan dari foto kita bertiga bersama yang utet pajang di wallpaper hp utet.

bang iyan... ini bukan karena utet tiba-tiba melow untuk bilang utet sayang sama kalian berdua, utet sadar utet sering memancing amarah kalian berdua disaat kita bersama, tapi bang utet benar-benar rindu abang dan kak dewi.

maaf utet selalu membuat kalian berdua khawatir dengan keadaan utet,,,, untuk kali ini dan seterusnya utet hanya bisa menyapaikan kerinduan utet dalam tiap bait dalam do'a utet, Semoga Allah melindungi kita semua walaupun kita sedang berjauhan, semoga Allah memberikan nikmat kesehatan, dan memudahkan rezeki kita, semoga Allah mengizinkan kita bertemu dengan segera dengan cara terbaikNya. Aamiin ya Rabbal a'lamiin.....

Desa Lamteh, 22 Maret 2014, disaat Adzan zuhur berkumandang.....

Sabtu, 15 Maret 2014

ini cerita tentang sahabatku.....

ini cerita tentang sahabat-sahabatku, yang Allah pertemukan denganku dengan cara-Nya yang indah....

Dulu sewaktu aku kanak-kanak, aku tidak bisa mengingat nama teman2ku dengan baik, aku belum sadar apa itu arti persahabatan. seiring dengan berjalannya waktu, aku mengikuti orang tuaku yang sering berpindah-pindah, bahkan saat aku menduduki bangku sekolah dasar aku memiliki 4 sekolah yang selalu berpindah antar kota, saat aku memulai berteman yang lebih erat aku belum juga paham apakah itu seorang sahabat bagiku. bahkan pernah terbesit dalam pikiranku aku tidak akan pernah punya sahabat, karena aku selalu berpindah tempat dan sulit bagiku untuk memiliki kedekatan yang lebih akrab lagi dengan teman-temanku karena aku sadar bahwa kita akan berpisah saat aku pindah nanti.

Saat aku menduduki sekolah menengah tingkat pertama, aku mengalami hal yang menarik, bahwa jumlah temanku semakin banyak, ini didukung dengan sifat ceriaku, suka tertawa dan senyum yang ditebar kemana-mana. :)
(ini bukan berarti aku orang yang kurang waras looohhh).... saat itu aku menyadari bahwa mungkin aku tidak akan juga pernah punya sahabat, tapi yang tersimpan dalam benakku aku ingin meninggalkan kenangan yang baik di setiap pikiran teman-teman yang akan aku tinggalkan nanti. Dan akhirnya waktu itu tiba... aku harus pindah lagi ke kota empek-empek. disana aku ketemu dengan orang2 yang ramah dan mau menyapa terlebih dahulu.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai menikmati setiap proses kepindahan ku dari satu tempat ke tempat lainnya, bertemu dengan orang baru, watak baru, sifat baru dan pengalaman-pengalaman yang baru... pelan-pelan aku mulai percaya bahwa suatu saat nanti aku akan menemukan sahabat yang akan menguatkan saat lemah, mendoakan saat saling berjauhan, dan sejuta harapan yang tumbuh dalam benakku tentang sosok sahabat yang ideal.

Dan sang waktupun terus berjalan dan memaksaku untuk kembali pindah dari kota empek-empek ke kota serambi mekkah, negeri rencong yang berselimutkan syari'at islam yang sangat kental. disini aku menjalani masa putih abu-abu itu dengan sangat menyenangkan, bertemu dengan teman yang satu impian, satu cita-cita bahwa kelak kita akan menjadi seorang yang sukses di hari nanti, berkenalan dengan organisasi OSIS, mengasah kemampuan verbal dengan debat-debat yang sarat akan isu-isu hangat yang terjadi di sekitar kita, canda, tawa, tangis, airmata atau sekedar keisengan menakut2i junior dengan kadal plastik. semua menjadi seru saat dilakukan bersama-sama. dan menjadi pemimpin atas teman2 perempuan itu yang sangat menantangku. saat teman-teman cewek di satukan dalam satu kelas... sebuah tantangan yang sangat berat menyesuaikan pendapat-pendapat yang terkadang menyeleneh menurutku, membuat guru fisika kami nangis dan ngambek tidak mau mengajar, merayu guru agar belajarnya lebih menyenangkan, dan saat itu aku mulai merasakan ikatan yang sangat kuat yang aku sebut dengan persahabatan. Bagaimana tidak, dalam satu kelas itu kita merasakan tangis, canda, tawa, marah, seru-seruan yang dilewati bersama selama 1 tahun. Dan mulai saat itu aku percaya, aku memiliki Sahabat yang sangat banyak.

Saat aku harus berpisah dengan sahabat-sahabat putih abu-abu dikarenakan cita-cita kita yang harus digapai membuat kita terpisah tempat, waktu dan jarak, sejak saat itu aku selalu merindukan mereka semua, berharap dalam setiap do'a bahwa kami akan dipertemukan kembali pada waktu yang indah dan saat kita semua telah memiliki tiap-tiap kesuksesan yang sudah kita genggam dalam tangan masing-masing.

Aku merindukan sahabatku, dan dibangku perkuliahan Allah kembali mempertemukan aku dengan sahabat-sahabat seperjuangan yang sangat luar biasa, mensupport disaat sakit, tanpa ada rasa saling sikut karena takut tersisihkan, mendo'akan saat berjauhan, saling merindukan saat sang waktu memisahkan, dan tetap bertegur sapa, berceloteh, bercanda tawa, menangis saat saling terluka, menguatkan saat rapuh. Dan satu yang aku tidak mampu untuk tidak takjub bahwa Allah mempertemukan aku dengan teman disaat aku duduk di bangku taman kanak-kanak, dan menjadi semakin akrab saat duduk di bangku kuliah.

Aku dulu adalah orang yg sangat susah mengingat nama orang, tidak percaya dengan adanya persahabatan sejati, dan akhirnya menjadi orang yang memiliki banyak sahabat di banyak tempat, meridukan setiap teman yang dulu aku terpaksa tinggalkan karena pindah tempat, dan akhirnya menyadari bahwa setiap teman yang kutinggalkan itu memiliki tempat tersendiri di hatiku dan tempat itu bernama tempat untuk sahabat, saling merindukan dan saling mendo'akan.

Kini aku bertemu dengan para sahabat yang luar biasa yang dipertemukan dengan cara yang indah dariNya, bertemu dengan seizinnya dan berpisah untuk bertemu kembali. Allah mengajarkan dengan caraNya yang unik menurutku untuk berteman, bersahabat, saling memahami tanpa perlu berkata-kata. Terima kasih ya Allah memberikan aku sahabat-sahabat yang terbaik untukku. semoga engkau memberikan kesehatan kepada kami semua, dan memberikan kesempatan kami untuk bersua bercerita bersama dan mengenang kenangan indah yang pernah kami lewati bersama.

terspesial untuk seluruh teman dan sahabat-sahabatku mulai dari....
  • TK Aisiyah Tj. Sari Medan
  • SD Muhammadiyah 03 Medan
  • SD Al-washliyah kapten muslim Medan
  • SD negeri 152879 Pandan Tap-Teng
  • kelas unggulan SD Negeri inpres Pandan Tap-Teng
  • SMP Al-Muslimin Pandan Tapteng
  • SMP Muhammadiyah 10 Palembang, Sumsel
  • SMA Negeri 5 Banda Aceh, dan
  • Fakultas Kedokteran Hewan Univ. Syiah Kuala Banda Aceh

"Allah yang mempertemukan kita, dan kuharap Allah tidak akan memisahkan persahabatan kita dari hati masing-masing kita"

Minggu, 22 Desember 2013

puisi untuk Mama....

setelah sebelumnya pernah buat puisi untuk ayah, maka kali ini aku ingin menuliskan puisi untuk mama dalam rangka merayakan Hari Ibu 2013....(re-write dari notes facebook pribadiku, 22 Desember 2013)

Ma... Jutaan terima kasihku tak cukup untuk menggantikan kasih sayangmu padaku...

Ma... begitu besar pengorbanan dan perjuanganmu, mulai dari melahirkanku, menyusuiku, membesarkanku, mendidikku hingga aku bisa berjalan di kakiku yang lemah ini...

Ma... ajaranmu kepadaku, cinta kasihmu, do'a2mu selalu mengiringi di setiap helaan nafasku...

Ma... jasamu... pengorbananmu... airmatamu... peluhmu... belum bisa ku balas dan ku ganti dengan kebanggaanmu padaku...

Ma... suatu hari nanti aku ingin sepertimu yang kuat bagaikan karang yang di terjang sang ombak, yang lembut bagaikan angin yang membelai pepohonan, yang cantik bagaikan bidadari di syurga...

Ma... saat engkau meninggalkanku didalam kesendirian dan kesedihan untuk selamanya, maka disaat itu aku tersadar bahwa Allah jauh lebih mencintaimu lebih dari cintaku padamu... Ia mengangkat penderitaanmu dan menggantikan kebahagiaan untukmu di dalam syurgaNya...

Ma... jika puisi ini aku tuliskan... itu karena rinduku yang teramat dalam untukmu....

Ma... ku berharap Allah sudah menempatkanmu didalam SyurgaNya yang indah kekal dan abadi...

Aamiin...Aamiin... ya Rabbal Alamin....


-teruntuk mama, malaikat terbaik, terindah, dan tercantik dalam hidupku, Tanpamu takkan ada aku-
22 Desember 2013

Rabu, 26 Desember 2012

sewindu dari kesedihan itu

sewindu yang lalu, aku hanya mampu menatap kesedihan itu dari layar televisi....

sewindu yang lalu aku melihat seorang ibu menggendong anaknya dan menjerit lirih "Aneuk lon....Aneuk lon....Aneuk lon...."

dan sewindu yang lalu aku tidak mampu berbuat apapun untuk negeri itu selain mendo'akan agar negeri itu bangkit dari kebencanaannya.....

tapi kini.... sewindu telah berlalu....
masyarakatnya menghapus air mata dengan senyuman yang indah....
menggantikan kesedihannya dengan kebahagiaan...
dan menatap esok dengan semangat yang tak pernah pudar...

sekarang negeri itu sudah menjadi pusat akademik, pusat bandar wisata islami, dan menjadi contoh untuk negeri lain bangkit dari kesedihannya.....

Dan semoga Allah SWT memberikan Syurga kepada para Syuhada ... bagi teman2ku,Saudara2 yang kehilangan keluarganya... semoga Allah menggantikan Air mata yang telah turun itu dengan kebahagiaan yang berlipat ganda.

Tetap semangat... Mari Tersenyum menyongsong Masa Depan.

Jumat, 30 November 2012

the memories i ever had :)

notes ini terinspirasi dari status yang dibuat oleh ibunda salah satu temanku yang baru saja melepas 40 hari kepergian ibundanya...
salam hangat saya untuk ibu syamsidar yoenoes :)

inilah sepenggal kisah kenanganku bersama mama dan ayah....

Sibolga, 7 mei 2001...
Saat itu usiaku 8 tahun lebih
tanggal itu menjadi salah satu tanggal yang tak akan lekang dari ingatanku, karena saat itu aku resmi menyandang gelar piatu.
yup, mama tercinta yang teramat sangat kusayangi telah meninggalkanku,
bahkan disaat 35 hari lagi aku akan merayakan ulang tahunku yang ke sembilan.
Allah telah menjemput mama, dengan perjuangan melawan penyakit yang dideritanya bertahun-tahun mama menghembuskan nafas terakhirnya tanpa ada aku, kakakku dan abangku disampingnya.
sedih, pilu, duka menyelimutiku namun aku tak melewatinya sendiri...
banyak saudara, sanak famili yang menghiburku hingga aku dapat tersenyum lagi...

Allah lapangkan kubur mama, terimalah amal ibadahnya disisiMu, maafkanlah segala dosa dan kesalahannya semasa hidupnya dan berikanlah balasan surga baginya...
amiiin
---

Pandan, 12 Juni 2001, Ulang tahun ke 9, pertama kalinya tanpa ada mama lagi...
ulang tahunku memang gak pernah dirayakan secara khusus dan besar-besaran, tidak ada lilin yang ditiup bahkan saat mama masih adapun kami tak pernah melakukan ritual itu, 
paling hanya makan enak di KFC, Dunkin Donats ato ayam kalasan begitulah perayaan ulang tahun ala mama. biasa namun sangat berkesan.
kali ini ulang tahunku dirayakan,,ada kue, lilin, makanan, ada teman2, ada kado...
senang namun aku tak terbiasa dengan ritual ini...

rindu mama, kecupannya, pelukannya, bahkan bau khas bedak dan lipstiknya saat menciumku yang masih bau "ences" saat baru bangun tidur...
hmmmm.....

mama, I miss you much....
---


Palembang, Desember 2004, setelah melalui proses panjang, berat dan berliku...aku berkumpul kembali dengan ayah dan kedua saudaraku...
inilah awal dari kehidupan bersama ayah kembali...
---

Palembang, Mei 2005
melewati proses panjang, ayah dengan sifat yang ada dibayanganku dan ayah seutuhnya sangatlah berbeda...perlahan tetapi pasti aku merasakan energi kasih sayang yang luar biasa besarnya dari ayah. 
bahkan diantara kedua saudaraku, ayah teramat sangat menyayangiku dengan caranya yang unik dan khas...tak berbeda jauh dengan mama...
merasakan kehangatan dari seorang ayah sangat berbeda jika dibandingkan dengan hal apapun...
cara ayah marah, baikan, senang, kecewa, ngambek denganku berbeda dengan cara siapapun bahkan mama sekalipun...

ayah...utet sayang ayah...
---

Palembang, April 2006..
ayah punya obsesi...ayah punya cita-cita terbaik untuk anak-anaknya...ayah ingin semua anaknya sekolah di SMA negeri...aku tidak mengerti apa tujuan dibalik itu semua bahkan hingga kini...
kupikir ayah terlalu memaksakan keinginan, karena menurutku sekolah swasta ataupun negeri sama saja selama akreditasnya A...(ya gak???!)
selain itu ayah jg ingin ketiga anaknya jadi dokter...itulah cita-citanya...
bahkan tak terlupa olehku saat aku ditanyai cita-citaku, aku menjawab ingin jadi guru (mungkin keturun bakat dari mama yang notabene adalah seorang pengajar), ayah marah besar dikala itu dan beliau berkata ingin melihatku menjadi seorang dokter bukan guru apapun alasannya...(hiks...sediiiiiiiih....T.T)
tapi pelan-pelan aku terhibur dengan kata dari dalam hatiku bahwa "apapun yang ayah inginkan itu pasti yang terbaik untukku" karena dimana ada ridha orang tua (ayah) disanalah ada ridha Allah. dan kalau Allah sudah meridhai insyaAllah apapun itu pasti akan berjalan dengan "indah".
amiin ^_^
---

Banda Aceh, Juli 2006
aku harus berpisah dari ayah, ini dikarenakan aku yang tak lulus ujian masuk sma negeri di palembang.
seperti yan kunyatakan bahwa ayah ingin semua anaknya masuk sma negeri, bahkan aku yang kala itu lewat di sma swasta berakreditasi A pun tak dihiraukan (hiks T.T)
akhirnya dengan solusi yang diberikan oleh kakak sulungku bahwa ada sma negeri di Banda Aceh yang masih menerima siswa baru berdasarkan NEM SMP maka seketika itu pula ayah mengantarkanku ke Banda Aceh
dan kami menempuh perjalanan darat berdua dengan ayah sebagai supir tunggal...
diperjalanan haru meliputiku, bahwa untuk hal pendidikan ayah tidak mau kompromi dengan situasi. ayah berkeras untuk suatu yang diimpikannya untuk melihat kesuksesan anak-anaknya.

dan mulai bulan ini dan seterusnya aku akan tinggal di banda aceh bersama kakakku yang sudah 1 tahun lebih dulu tinggal di banda aceh.
tekadku..aku tak akan sia-siakan perjuangan ayah mengantarkanku. akan kubalas jasa ayah dengan prestasi-prestasi yang kuraih nanti...

ayah...itu janji utet...
---

Banda Aceh, Juli 2009
ayah, pensiun dini...
ini masa sulit buat ayah dan kami. ayah ingin melaluinya bersama-sama kami anak-anaknya. Ayah merasa sanggup melalui ini semua dengan kehadiran kami yang menjadi penghibur hatinya,pelipur laranya. Ayah dan abang bergabung dengan kami (aku dan kakakku) di banda aceh...
namun, aku tak dapat menghibur ayah dengan prestasiku malah aku menambah deret kekecewaan ayah dengan ketidak lulusanku di fakultas kedokteran yang menjadi impian ayah... pupus sudah harapan ayah..dengan keadaan yang serba sulit ini ayah memilih tidak memasukkanku ke jalur non reguler fakultas kedokteran, bahkan menganjurkanku memilih jurusan kedokteran hewan. Salah satu jurusan yang tak pernah ku lirik sebelumnya. namun kembali kuingat kata-kata yang memotivasi diriku "bahwa pilihan ayah adalah pilihan terbaik yang didalamnya ada ridha Allah"
bismillah, dan kucobalah pilihan yang dipilih oleh ayahku...
---


Banda Aceh, Desember 2009...
aku sudah berkuliah di kedokteran hewan. keadaan kami mulai kembali stabil, ayah sudah lebih baik dari segala kondisi.
alhamdulillah, semuanya berjalan lancar.
terima kasih ya Allah atas nikmat yang telah engkau berikan pada kami sekeluarga...
---

Banda Aceh, 5 Desember 2010---> tanggal yang tak akan ku lupa seumur hidupku...
ayah telah tiada...kejadiannya begitu cepat dan singkat. bagai kilatan petir yang menyambar apa saja dibawahnya... begitu pula dengan ayah..
cepat, dan semuanya ku saksikan dengan mata kepalaku sendiri...ayah pergi untuk selama-lamanya. ayah pergi menghadap Sang Pemilik Segalanya.
sulit untuk dipercaya...disaat aku sedang merasakan kenikmatan berdua dengan ayah, menikmati masa-masa istirahat dan santainya ayah.
saat itu pula Allah memanggil ayah...

hari ini pula resmi lah aku dan kedua saudaraku menjadi yatim-piatu...
namun hal ini tak patut disedihkan, karena aku yakin banyak hikmah yang akan ku dapatkan dibalik ini semua...
ya Allah kuatkanlah kami...
---

Banda Aceh, 15 Maret 2011--> 100 hari setelah kepergian ayah...
sedih tentu masih ada...tapi semua sudah menjadi skenario terindah yang allah berikan padaku, dan kedua saudaraku.
yang jelas aku tak akan berlarut dalam kedukaan ini...
dendang penghibur hatiku...
"jangan sedih yatim-piatu tak punya ayah tak punya ibu,
lebih sedih tak punya ilmu, tak tau mana arah yang hendak dituju"
 ya allah  punya rencana indah untukku....
---

Banda Aceh, 28 November 2012---> Kakak sulungku wisuda "Dokter Umum"
alhamdulillah ya Rabb, satu mimpi ayah ingin melihat salah satu anaknya menjadi seorang dokter terkabul, ii yang sekarang sudah resmi diberi gelar dokter umum di depan namanya menjadi "dr. Dewi Sukma Sari". setelah melewati beratnya ko-Assistensi selama 2 tahun, dengan berjuta kerikil kecil yang menghadang, kini seorang gadis yang kuat itu diresmikan menjadi seorang dokter, aku yakin bahwa Ayah dan Mama juga menyaksikan wisuda ii hari ini dari sisiNya yang indah dan damai. Mama...Ayah... Lihatlah betapa cantiknya kak Dewi hari ini, bahkan ia mejadi wanita tercantik dalam hidupku setelah dirimu ma... Mama...Ayah... inilah hasil do'a tulus dari mama dan ayah... :) tetap do'akan utet agar bisa menyusul kak dewi dengan segera..... Aamiin ^^
---

ya allah ampunilah dosa kami, dosa ibu-bapak kami
sayangilah keduanya, sebagaimana keduanya menyayangi kami dikala kami masih kecil...
ya allah sucikanlah dosa kedua orang tua kami sebagai mana sucinya kain putih dari segala noda,
basuh lah kesalahannya dengan air salju, dan jauhkanlah azab bagi keduanya sebagai mana jauhnya timur dan barat...
lapangkanlah kuburnya, jauhkanlah azab baginya, dan berikanlah balasan syurga bagi keduanya...

rabbana atiina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hassanah wa qi naa azabannaar..,

amiin ya rabbal 'alamiiin...
























posted by: Masyitha Nafli Sari alias Butet...^^
thx buat support dari sahabat, kerabat, keluarga, teman, dan handaitaulan...
pelipur hati dikala suka dan duka
utet cinta kalian krn Allah ^_^

Sabtu, 13 Oktober 2012

Start be Volunteer of Veterinary Service @petshop setui

Alhamdulillah setelah sekian lama gak posting apa-apa ni mau posting lagi...
kali ini akan berisi Kisah dan Kasus selama saya melaksanakan 'magang' (only saturday & Sunday) di Petshop Planet Persia Setui. Dan kebanyakan sih kasusnya kucing.

Mudah-mudahan berguna untuk bekal menjadi praktisi dokter hewan. ilmu pra-koass dan sebelum terjun langsung di lapangan

Bismillahirahmanirrahiim. just let it flow~

Kasus 1.
Jenis hewan: kucing (adult)
Ras Hewan : Persia-Anggora

Pasien datang dibawa oleh klien dengan keluhan sudah 1 hari keluar cairan berwarna hitam dikuping sebelah kiri dan kanan. Menurut klien kucing sudah dimandikan dan sudah di vaksinasi. keluhan lain tidak ada.

Penanganan.
1. Pegang kuping kucing, rasakan suhunya, panas atau tidak. (jika panas, indikasi ada inflamasi)
2. inspeksi Telinga, ditemukan telinga kotor penuh dengan kotoran.
3. bersihkan dengan menggunakan larutan peroksida 3% menggunakan cotton buds hingga bersih
4. setelah telinga bersih, berikan larutan iodium tincture (Betadine®) pada kedua telinga.
5. karena ada inflamasi, berikan anti inflamasi, salah satunya dexametasone injeksi 0,5 cc SC
6. ±15 menit kemudian, injeksi Ivermectin 0,2 cc kombine dengan Sodapen dosis 0,2 cc harus secara SC
7. edukasi kepada klien bahwa pemilik harus menjaga kebersihan telinga kucing dengan rajin membersihkannya. dan setelah memegang kucing sebaiknya mencuci tangan dengan sabun.


to be continued....

Post By: SyithaVet2009



Sabtu, 15 September 2012

Sepotong Memori Rindu

Tak pernah terbayang dipikiranku saat aku harus melihat orang-orang yang kusayangi tertidur untuk selamanya, terbujur kaku tanpa ada hela nafas yang keluar dari lubang hidungnya.

Sekelebat muncul memori-memori indah bersama orang-orang yang kukasihi itu, teringat kebaikan mereka terhadapku. Mereka mencintaiku tanpa syarat, tanpa meminta balasan apapun.

Mamaku, Abang sepupuku, Mak Angahku, lalu kemudian disusul oleh Ayahku, mereka telah terlebih dahulu mengahadap Sang Ilahi. 

Aku sadar bahwa itu adalah hal yang terbaik untukku dan untuk mereka. Allah pasti lebih mengasihi mereka. 

Kesedihan membaluti hatiku, kehilangan mereka cukup berpengaruh dalam hidupku, bahkan disaat ayahku meninggalkanku untuk selamanya, air mata ini tak sanggup lagi untuk keluar, lidah ini kelu untuk berbicara, bahkan saat aku ingin berteriak tubuh ini seolah kehilangan dayanya.

Setiap duka yang kualami mungkin membuatku jatuh dalam lubang kesedihan, tapi aliran energi semangat dari sahabat, rekan seperjuangan dan keluarga membuat lubang itu mampu tertutupi dan membuatku bangkit dari sebuah kata yang menghanyutkanku yaitu "Kesedihan".

Jujur, aku sangat bersyukur memiliki banyak orang yang mensuportku, menyemangatiku, membuat aku kembali untuk tersenyum dan bahkan tertawa untuk melepas kesedihanku sejenak.

Aku sadar bahwa Allah sangat menyayangiku, keluargaku, saudara-saudaraku, Ia tak pernah melepaskan tangannya untuk membimbingku bahkan di saat aku kalut sekalipun.

Dan untuk mereka yang kusayangi dan yang telah menghadapNya dengan damai hanya kutitipkan sebait do'a agar mereka diampuni dosanya, dilapangkan kuburnya, dan diberikan balasan syurga untuk semuanya, semoga kelak kita dapat bersua dan berkumpul bersama lagi dalam indahnya syurgaNya. Aamiin.

-dariku  yang selalu merindukan mereka-

mesin penerjemah ^^