SELAMAT DATANG

.:Welcome::Ahlan Wa Sahlan::HOŞGELDİNİZ::환영합니다::Selamat Datang:.
.:( Assalamu'alaikum wr.wb... Salam sejahtera buat kita semua... ):.
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Maret 2014

ini cerita tentang sahabatku.....

ini cerita tentang sahabat-sahabatku, yang Allah pertemukan denganku dengan cara-Nya yang indah....

Dulu sewaktu aku kanak-kanak, aku tidak bisa mengingat nama teman2ku dengan baik, aku belum sadar apa itu arti persahabatan. seiring dengan berjalannya waktu, aku mengikuti orang tuaku yang sering berpindah-pindah, bahkan saat aku menduduki bangku sekolah dasar aku memiliki 4 sekolah yang selalu berpindah antar kota, saat aku memulai berteman yang lebih erat aku belum juga paham apakah itu seorang sahabat bagiku. bahkan pernah terbesit dalam pikiranku aku tidak akan pernah punya sahabat, karena aku selalu berpindah tempat dan sulit bagiku untuk memiliki kedekatan yang lebih akrab lagi dengan teman-temanku karena aku sadar bahwa kita akan berpisah saat aku pindah nanti.

Saat aku menduduki sekolah menengah tingkat pertama, aku mengalami hal yang menarik, bahwa jumlah temanku semakin banyak, ini didukung dengan sifat ceriaku, suka tertawa dan senyum yang ditebar kemana-mana. :)
(ini bukan berarti aku orang yang kurang waras looohhh).... saat itu aku menyadari bahwa mungkin aku tidak akan juga pernah punya sahabat, tapi yang tersimpan dalam benakku aku ingin meninggalkan kenangan yang baik di setiap pikiran teman-teman yang akan aku tinggalkan nanti. Dan akhirnya waktu itu tiba... aku harus pindah lagi ke kota empek-empek. disana aku ketemu dengan orang2 yang ramah dan mau menyapa terlebih dahulu.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai menikmati setiap proses kepindahan ku dari satu tempat ke tempat lainnya, bertemu dengan orang baru, watak baru, sifat baru dan pengalaman-pengalaman yang baru... pelan-pelan aku mulai percaya bahwa suatu saat nanti aku akan menemukan sahabat yang akan menguatkan saat lemah, mendoakan saat saling berjauhan, dan sejuta harapan yang tumbuh dalam benakku tentang sosok sahabat yang ideal.

Dan sang waktupun terus berjalan dan memaksaku untuk kembali pindah dari kota empek-empek ke kota serambi mekkah, negeri rencong yang berselimutkan syari'at islam yang sangat kental. disini aku menjalani masa putih abu-abu itu dengan sangat menyenangkan, bertemu dengan teman yang satu impian, satu cita-cita bahwa kelak kita akan menjadi seorang yang sukses di hari nanti, berkenalan dengan organisasi OSIS, mengasah kemampuan verbal dengan debat-debat yang sarat akan isu-isu hangat yang terjadi di sekitar kita, canda, tawa, tangis, airmata atau sekedar keisengan menakut2i junior dengan kadal plastik. semua menjadi seru saat dilakukan bersama-sama. dan menjadi pemimpin atas teman2 perempuan itu yang sangat menantangku. saat teman-teman cewek di satukan dalam satu kelas... sebuah tantangan yang sangat berat menyesuaikan pendapat-pendapat yang terkadang menyeleneh menurutku, membuat guru fisika kami nangis dan ngambek tidak mau mengajar, merayu guru agar belajarnya lebih menyenangkan, dan saat itu aku mulai merasakan ikatan yang sangat kuat yang aku sebut dengan persahabatan. Bagaimana tidak, dalam satu kelas itu kita merasakan tangis, canda, tawa, marah, seru-seruan yang dilewati bersama selama 1 tahun. Dan mulai saat itu aku percaya, aku memiliki Sahabat yang sangat banyak.

Saat aku harus berpisah dengan sahabat-sahabat putih abu-abu dikarenakan cita-cita kita yang harus digapai membuat kita terpisah tempat, waktu dan jarak, sejak saat itu aku selalu merindukan mereka semua, berharap dalam setiap do'a bahwa kami akan dipertemukan kembali pada waktu yang indah dan saat kita semua telah memiliki tiap-tiap kesuksesan yang sudah kita genggam dalam tangan masing-masing.

Aku merindukan sahabatku, dan dibangku perkuliahan Allah kembali mempertemukan aku dengan sahabat-sahabat seperjuangan yang sangat luar biasa, mensupport disaat sakit, tanpa ada rasa saling sikut karena takut tersisihkan, mendo'akan saat berjauhan, saling merindukan saat sang waktu memisahkan, dan tetap bertegur sapa, berceloteh, bercanda tawa, menangis saat saling terluka, menguatkan saat rapuh. Dan satu yang aku tidak mampu untuk tidak takjub bahwa Allah mempertemukan aku dengan teman disaat aku duduk di bangku taman kanak-kanak, dan menjadi semakin akrab saat duduk di bangku kuliah.

Aku dulu adalah orang yg sangat susah mengingat nama orang, tidak percaya dengan adanya persahabatan sejati, dan akhirnya menjadi orang yang memiliki banyak sahabat di banyak tempat, meridukan setiap teman yang dulu aku terpaksa tinggalkan karena pindah tempat, dan akhirnya menyadari bahwa setiap teman yang kutinggalkan itu memiliki tempat tersendiri di hatiku dan tempat itu bernama tempat untuk sahabat, saling merindukan dan saling mendo'akan.

Kini aku bertemu dengan para sahabat yang luar biasa yang dipertemukan dengan cara yang indah dariNya, bertemu dengan seizinnya dan berpisah untuk bertemu kembali. Allah mengajarkan dengan caraNya yang unik menurutku untuk berteman, bersahabat, saling memahami tanpa perlu berkata-kata. Terima kasih ya Allah memberikan aku sahabat-sahabat yang terbaik untukku. semoga engkau memberikan kesehatan kepada kami semua, dan memberikan kesempatan kami untuk bersua bercerita bersama dan mengenang kenangan indah yang pernah kami lewati bersama.

terspesial untuk seluruh teman dan sahabat-sahabatku mulai dari....
  • TK Aisiyah Tj. Sari Medan
  • SD Muhammadiyah 03 Medan
  • SD Al-washliyah kapten muslim Medan
  • SD negeri 152879 Pandan Tap-Teng
  • kelas unggulan SD Negeri inpres Pandan Tap-Teng
  • SMP Al-Muslimin Pandan Tapteng
  • SMP Muhammadiyah 10 Palembang, Sumsel
  • SMA Negeri 5 Banda Aceh, dan
  • Fakultas Kedokteran Hewan Univ. Syiah Kuala Banda Aceh

"Allah yang mempertemukan kita, dan kuharap Allah tidak akan memisahkan persahabatan kita dari hati masing-masing kita"

Sabtu, 15 September 2012

Sepotong Memori Rindu

Tak pernah terbayang dipikiranku saat aku harus melihat orang-orang yang kusayangi tertidur untuk selamanya, terbujur kaku tanpa ada hela nafas yang keluar dari lubang hidungnya.

Sekelebat muncul memori-memori indah bersama orang-orang yang kukasihi itu, teringat kebaikan mereka terhadapku. Mereka mencintaiku tanpa syarat, tanpa meminta balasan apapun.

Mamaku, Abang sepupuku, Mak Angahku, lalu kemudian disusul oleh Ayahku, mereka telah terlebih dahulu mengahadap Sang Ilahi. 

Aku sadar bahwa itu adalah hal yang terbaik untukku dan untuk mereka. Allah pasti lebih mengasihi mereka. 

Kesedihan membaluti hatiku, kehilangan mereka cukup berpengaruh dalam hidupku, bahkan disaat ayahku meninggalkanku untuk selamanya, air mata ini tak sanggup lagi untuk keluar, lidah ini kelu untuk berbicara, bahkan saat aku ingin berteriak tubuh ini seolah kehilangan dayanya.

Setiap duka yang kualami mungkin membuatku jatuh dalam lubang kesedihan, tapi aliran energi semangat dari sahabat, rekan seperjuangan dan keluarga membuat lubang itu mampu tertutupi dan membuatku bangkit dari sebuah kata yang menghanyutkanku yaitu "Kesedihan".

Jujur, aku sangat bersyukur memiliki banyak orang yang mensuportku, menyemangatiku, membuat aku kembali untuk tersenyum dan bahkan tertawa untuk melepas kesedihanku sejenak.

Aku sadar bahwa Allah sangat menyayangiku, keluargaku, saudara-saudaraku, Ia tak pernah melepaskan tangannya untuk membimbingku bahkan di saat aku kalut sekalipun.

Dan untuk mereka yang kusayangi dan yang telah menghadapNya dengan damai hanya kutitipkan sebait do'a agar mereka diampuni dosanya, dilapangkan kuburnya, dan diberikan balasan syurga untuk semuanya, semoga kelak kita dapat bersua dan berkumpul bersama lagi dalam indahnya syurgaNya. Aamiin.

-dariku  yang selalu merindukan mereka-

karena "Ayah"


sebuah puisi untuk ayah
yang ku tulis kembali dari handphone lama ku....

"Karena Ayahku"

Kalau aku bisa masak karena Ayahku yang mengajarkan
Kalau aku jadi orang yang kuat, itu karena ayahku yang menguatkanku

Kalau aku jadi orang beriman, itu karena ayahku yang menjadi imam
Kalau aku jadi orang rendah hati, itu karena ayahku yang menginspirasi

Kalau aku jadi orang cinta kasih, itu karena ayahku memberi tanpa pamrih
Kalau aku bikin puisi ini, karena ayahku yang rendah hati.



* terinspirasi dari anak gusdur yang buat puisi untuk almarhum Ayahnya...

Semoga para Ayah dapat merasakan energi positif nan besar dari anak gadisnya...

dan untuk Ayah Kami yang telah menghadap Sang Illahi, kiranya diberikan kelapangan kubur dan pengampunan dosa-dosanya oleh Allah SWT serta diberikan kasih sayang sebagaimana ia menyayangi kami di waktu kami kecil

Aamiin...







Senin, 10 September 2012

Lirik Lagu Banmal Song

Yongseo Couple – Banmal Song
(Jung Yong Hwa Oppa and Seo Hyun Eonni)



고마워라는그말도 안녕이란말도 내겐너무어려워요
gumawo raneun geumaldo annyeong iran maldo naegen neomu eoryeowoyo
It’s so hard for me to say ‘thanks’ or ‘bye’ to you

정말감사해요 많이고마워요 나는이말밖에못해요
jeongmal gamsahaeyo manhi komawoyo naneun Imal bakke mothaeyo
All I can say is “thank you” or “thanks so much”

모든게처음이라서 나사실은너무나서톤걸요

modeun ge cheoeum Iraseo na sashileun neomu na seoton geolyo
Everything is brand new to me, so I’m a little unsure

어떻게말할까 뭐라고말할까
eottohke malhalkka mweorago malhalkka
How should I say it? It’s still really awkward

나는오늘도망설이죠
na neun o neul do mang seol I jyo
Even today, I worry about it


*reff:
어리서로반말하는사이가되기를 아직조금서투르고오색한데도
eori seoro banmal haneunsa Igadoe gireul ajik jogeum seotureugo osaek handedo
hopefully we can be a banmal relationship though still unnatural

고마워요라는말투대신 좀더친하게말을해줄래
gomawoyo raneun maltu daesin jomdeochik hage maleum haejulrae
rather than saying “gomawoyo” let me hear more intimate words

Interlude:
S: You know what, Yong?
Y: What?
S: Do you really want to hear banmal from me?
Y: Ah… it will be good if I’m able to.
S: But you know that banmal is hard for me right?
Y: Why is it hard?
S: Err… I really tried very hard… It’s really difficult. How much do you want to hear me speak banmal?
Y: A lot.


cheoeum eolbodeon geunal suchub eun deushan neoui geu misoro
When we met for the first time Even our smiles were shy
oneul-i jinamyeon gakkawo jyalkkeoya maeil seolleneun ginaeleul hae
After today we should be closer to each other I’m both excited and looking forward to it.

(back to 
Reff)


어리서로반말하는사이가되기를 아직조금서투르고오색한데도
eori seoro banmal haneunsa Igadoe gireul ajik jogeum seotureugo osaek handedo
hopefully we can be a banmal relationship though still unnatural

고마워요라는말투대신 좀더친하게말을해줄래
gomawoyo raneun maltu daesin jomdeochik hage maleum haejulrae
rather than saying “gomawoyo” let me hear more intimate words

2nd Reff

우리서로반말하는사이가될거야 한걸음씩…천천히다가와
ori seoro banmal haneunsa Igadoel geoya hangeol eumssik… cheon cheon hidagawa
we can have a banmal relationship one step at a time, slowly walk closer

내두눈음바라보며 말음해졸래
nae dununeum bara bomyeo maleumhae jolrae
look at me in the eye can you tell me


널사랑해
neol sa rang hae
“I love you”
-syitha korea saranghaeyo-









Jumat, 07 September 2012

Teruntuk Lelakiku Nanti ^^


Teruntuk : Lelakiku Nanti

Duhai lelakiku yang sekarang aku belum tahu siapa dirimu dan dimana dirimu...

Aku tidak akan meminta dirimu untuk menjadi pacarku...

Namun yang kupinta darimu adalah kesabaranmu...

Untuk menungggu ku hingga tiba hari itu....

Dimana aku akan halal untukmu....



-Tertanda Dariku : Wanitamu-








mesin penerjemah ^^